Menggugat
Humanisasi: Ulasan Buku "Pendidikan Kaum Tertindas" Karya Paulo
Freire
Penulis : Atiqah Nurul Afifah Rahmat
Gagasan dasar Freire berakar pada pandangan bahwa arah
sejarah setiap individu adalah mewujudkan humanisasi, yakni proses menjadi
manusia yang mandiri, berdaya, dan memiliki kesadaran otonom. Tatanan sosial
yang timpang menciptakan penindasan yang merendahkan martabat baik pihak yang
tertindas maupun pihak penindas. Kaum tertindas kehilangan kesempatan untuk
menyuarakan pandangan hidup mereka, sementara pihak penindas mengalami
kemerosotan nilai kemanusiaan akibat upaya mempertahankan kekuasaan. Proses pembebasan
yang sejati harus dipelopori oleh kelompok yang tertindas, meskipun tantangan
berat muncul karena pola pikir pihak penindas sering kali turut mengendap dalam
kesadaran mereka sendiri.
Kontribusi akademis yang krusial dari naskah ini terlihat
pada analisis kritis Freire terhadap sistem pengajaran tradisional yang ia
sebut sebagai "Pendidikan Gaya Bank". Dalam mekanisme pasif ini, guru
memposisikan diri sebagai pihak yang menguasai seluruh pengetahuan dan
terus-menerus menanamkan informasi ke dalam diri siswa, sementara siswa
ditempatkan sebagai wadah pasif yang hanya menerima dan menghafal materi.
Komunikasi satu arah ini dirancang untuk menumpulkan daya nalar kritis siswa, sehingga
mereka terbiasa menyesuaikan diri dengan kondisi sosial yang tidak adil tanpa
memiliki keberanian untuk mempertanyakannya.
Untuk mengatasi dampak dari sistem yang membatasi tersebut,
Freire menawarkan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada pengenalan dan
penyikapan masalah, yang berlandaskan pada kesetaraan dan komunikasi dua arah.
Melalui metode ini, pendidik dan peserta didik bermitra untuk mengamati secara
saksama dan membedah realitas kehidupan di lingkungan mereka. Interaksi
tersebut memicu munculnya kesadaran kritis, yakni pemahaman bahwa kondisi
kemalangan atau ketimpangan sosial yang dialami bukanlah ketetapan mutlak dari
alam, melainkan bentukan struktur sosial yang dapat diperbaiki. Pemahaman ini
kemudian diwujudkan melalui praktik, yang merupakan perpaduan seimbang antara
perenungan mendalam dan langkah-langkah nyata di tengah masyarakat.
Pengaruh pemikiran Freire terus bertahan dan memberikan
dampak luas dalam bidang pendidikan internasional. Gagasan-gagasan utamanya
menjadi pilar penting bagi pengembangan literasi kritis, program penguatan
komunitas yang terpinggirkan, hingga penyusunan kurikulum sekolah modern yang
menekankan pengembangan nalar kritis. Buku ini menegaskan secara mendasar bahwa
proses pendidikan tidak pernah berada dalam posisi netral; sistem pendidikan
akan selalu berpihak pada upaya mengendalikan manusia atau menjadi instrumen
utama untuk membebaskan mereka.






0 Komentar