Waktu Seseorang Bukan Ruang Tunggu

Penulis : Nurul Auliana

Dalam kehidupan sehari-hari, menunggu mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Apalagi sebagai mahasiswa, sering ada janji bertemu teman, rapat organisasi, kerja kelompok, atau kegiatan kampus yang waktunya sudah ditentukan. Tapi kadang masih ada yang datang terlambat dan menganggapnya sebagai hal biasa. “Tunggu sebentar,” “otw,” atau “sebentar lagi sampai” sering terdengar sederhana. Padahal, di balik kata menunggu itu ada waktu orang lain yang ikut terbuang. Beberapa menit mungkin terlihat sepele, tetapi kalau terus terjadi, tentu bisa membuat orang lain merasa waktunya tidak dihargai.

Datang terlambat memang tidak selalu bisa dihindari. Bisa saja ada kendala di perjalanan atau urusan yang tiba-tiba muncul. Yang menjadi masalah ketika terlambat sudah dianggap biasa dan tidak ada usaha untuk memberi kabar. Orang yang sudah datang lebih dulu akhirnya hanya bisa menunggu tanpa tahu kapan kegiatan akan dimulai. Di lingkungan kampus, hal seperti ini cukup sering terjadi, misalnya rapat yang molor karena menunggu beberapa orang atau kerja kelompok yang belum bisa dimulai karena anggota belum lengkap. Akhirnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan malah habis hanya untuk menunggu.

Menghargai waktu sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana. Datang sesuai waktu yang sudah disepakati merupakan salah satu bentuk menghargai orang lain. Kalau memang ada kendala dan kemungkinan terlambat, memberi kabar juga sudah cukup menunjukkan bahwa kita peduli dengan waktu orang yang menunggu. Kita sendiri tentu tidak ingin datang tepat waktu lalu harus menunggu lama tanpa kejelasan. Karena itu, memperhatikan waktu bukan hanya soal disiplin, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain.

Pada akhirnya, waktu setiap orang sama-sama berharga dan tidak bisa dikembalikan setelah berlalu. Kita mungkin bisa meminta seseorang untuk menunggu, tetapi tidak bisa mengembalikan waktu yang sudah mereka habiskan untuk menunggu kita. Karena itu, sebelum membuat orang lain menunggu, ada baiknya kita berpikir bahwa mereka juga memiliki kesibukan dan urusan masing-masing. Tidak harus selalu tepat setiap saat, tetapi setidaknya ada usaha untuk menghargai waktu yang sudah disepakati bersama. Sebab, waktu seseorang bukan ruang tunggu yang bisa kita tinggalkan begitu saja.

 

 


 

0 Komentar