PRESS RELEASE
INTERPERSONAL SKILL AND TRAINING (INSTING
II)
Kelas Pelatihan Publik Speaking
Pada Rabu, 13 Mei 2026, Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa HMP ABP HIMARIN FIKP UNHAS telah melaksanakan Program Kerja INSTING 2 dengan materi Public Speaking yang diselenggarakan secara luring di Aula Gedung Baru Lantai 2 Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Kegiatan ini dihadiri oleh 44 mahasiswa Agribisnis Perikanan serta 19 orang Badan Pengurus Harian HMP ABP HIMARIN FIKP UNHAS. Materi yang diangkat dalam kegiatan ini bertajuk “Seni Berbicara dengan Percaya Diri” dan ditujukan khusus untuk anggota HMP ABP HIMARIN FIKP UNHAS sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Muh. Aiman Fadli selaku moderator. Selanjutnya, sesi materi disampaikan oleh Hermawan Susanto, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Dalam penyampaiannya, Hermawan Susanto memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program kerja yang diinisiasi oleh Badan Pengurus Harian HMP ABP HIMARIN FIKP UNHAS. Menurutnya, kegiatan berbasis pengembangan keterampilan Public Speaking seperti ini sangat penting untuk mendukung peningkatan kapasitas anggota organisasi, khususnya dalam kemampuan berkomunikasi di lingkungan akademik maupun sosial.
Dalam materinya, Hermawan Susanto menjelaskan bahwa Public Speaking merupakan seni berbicara di depan umum dengan tujuan menyampaikan informasi, ide, maupun gagasan kepada banyak orang secara efektif. Kemampuan ini dinilai penting karena dapat membantu seseorang meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan kepemimpinan, serta kualitas komunikasi. Ia juga menjelaskan bahwa Public Speaking memiliki beberapa jenis, seperti persuasive speaking yang bertujuan memengaruhi audiens, informative speaking yang berfokus pada penyampaian informasi, demonstrative speaking yang digunakan untuk menjelaskan suatu proses atau cara kerja, entertainment speaking yang bertujuan menghibur audiens, serta impromptu speaking yang dilakukan secara spontan tanpa persiapan yang panjang.
Selain itu, dijelaskan pula bahwa Public Speaking dapat diterapkan dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti menjadi moderator, master of ceremony (MC), debat, presentasi, seminar, pidato, maupun aktivitas berbicara lainnya di depan umum. Tujuan dari Public Speaking sendiri tidak hanya untuk menyampaikan informasi dan gagasan, tetapi juga untuk mengendalikan situasi, memengaruhi orang lain, memberikan motivasi, serta menghibur audiens.
Untuk meningkatkan kemampuan Public Speaking, seseorang perlu membiasakan diri berlatih secara rutin, mempersiapkan materi dengan baik, memahami karakter audiens, menggunakan bahasa tubuh yang sesuai, serta melakukan evaluasi setelah tampil berbicara di depan umum. Bergabung dalam komunitas atau organisasi yang memberikan kesempatan untuk berlatih berbicara juga menjadi salah satu cara yang efektif dalam mengembangkan kemampuan tersebut. Hermawan Susanto juga menekankan bahwa kualitas vokal yang jelas, intonasi yang tepat, serta penggunaan bahasa tubuh yang baik merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan seseorang dalam menyampaikan pesan kepada audiens.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa rasa takut saat melakukan Public Speaking sering kali disebabkan oleh ketakutan melakukan kesalahan, pengalaman pertama berbicara di depan umum, kurangnya persiapan, pengalaman traumatis di masa lalu, maupun rasa malu terhadap audiens. Oleh karena itu, untuk mengatasi rasa gugup, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak pengalaman berbicara, tetap tenang, memaksimalkan persiapan, berpikir positif, serta berusaha memahami materi yang akan disampaikan, bukan sekadar menghafalnya.
Melalui materi yang disampaikan, ditekankan bahwa kegiatan Public Speaking memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum. Melalui berbagai aktivitas seperti menjadi moderator, MC, debat, presentasi, pidato, seminar, maupun bentuk komunikasi lainnya, seseorang dapat melatih kemampuannya dalam menyampaikan ide dan informasi secara lebih jelas, terstruktur, dan percaya diri. Semakin sering seseorang berlatih dan terlibat dalam kegiatan Public Speaking, semakin baik pula kemampuan komunikasinya, baik dalam penggunaan bahasa, pengaturan suara, maupun interaksi dengan audiens.
Oleh: Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa






0 Komentar